
Hari ini hari bersejarah karena untuk pertama kalinya sebuah novel aku beli. Bukan sok menjadi Anak Baru Gede atau berubah menjadi seorang melankolis, tetapi ini pengecualian khusus. Belum pernah dalam sejarah, aku membaca sebuah novel, cerpen, apalagi yang berhubungan dengan cerita fiksi percintaan waduhh..capek deh. Karena itu hanya menjauhkan orang dari kenyataan hidup dengan sesuatu yang indah2, romantis, ideal dan seolah2 hidup ini tanpa tantangan. Sama halnya dengan film serial percintaan banyak para wanita yang terpukau, terlena dan terpesona akan sosok di dalam cerita. Akibatnya mereka terjebak dalam kehidupan yang penuh angan2 dengan memimpikan pasangan hidup yang seperti dalam cerita sungguh kaciann..deh. Mengapa cerita percintaaan dari jaman baheulak kebanyakan ber”happy ending” pada saat sang cewek jadian ( dibaca tunangan) dengan sang pujaan? Alasannya simple karena jika diteruskan pada episode selanjutnya yang terjadi adalah cekcok antara suami istri, repotnya ngurus anak, berantem dengan mertua, bisa dibayangkan kalo Cinderella cekcok dengan mertuanya?
Novel yang dibeli berjudul “Luv You Berry Much” bercerita seputar dinamika kehidupan percintaan ABG. Ide ceritanya ringan dengan gaya bahasa anak gaul. Penulisnya adalah seorang temen sekaligus adik kelas dari SMP Budi Mulia dan SMA St Yosef Pangkalpinang. Namanya Yennie Tarjono Hardiwidjaja seorang penulis novel dan ibu rumah tangga yang telah menerbitkan beberapa novel dan buku non fiksi, diantaranya Cinta Peri Danau Teratai, To Love, How to write and market a novel, miss jutek, dll.
Buku lainnya yang sedang saya cari adalah “Laskar Pelangi” karya Andrea Hirata dari Pulau Belitung (tetangga Pulau Bangka). Buku yang bercerita tentang perjuangan hidup dari 10 anak miskin yang dipersatukan di SD Muhammadiah Belitong, di dalam buku ini juga di ceritakan kecintaan seorang murid dengan dedikasi seorang guru SD. Sayangnya stock di gramedia sedang kosong, jadi belum sempet beli deh…
Selamat dan tetap berkaya anak2 Bangka