JSL’s Personal Blog

Entries from November 2005

Makna”Pertama” Jilid 3

November 28, 2005 · 1 Comment

Begitu banyak pengalaman dari makna “pertama” yang manis untuk dilupakan, tapi ada jarang yang mengungkapkan pengalaman dari makna “pertama” dari semua kegagalan. yah..namanya juga gagal untuk apa diingat ingat..kebanyakan orang bersikap seperti ini. Tidak salah memang, tetapi tidak salahnya dari pengalaman pertama gagal memacu kita untuk belajar lebih bijak dan berhikmat. yang penting sebenarnya bukan kegagalannya tetapi bagaimana respon kita dari kegagalannya itu. Tahukah bahwa dengan kegagalan, Tuhan justru sedang mempersiapkan kita untuk dapat menghadapi hal-hal yang lebih besar, memang pada saat menghadapi kegagalan kita tidak dapat melihat kebaikan yang kita peroleh persis seperti kalo kita melihat sulaman dari sisi bawah, bentuknya kacau balau, tidak beraturan tetapi disisi depan jelas ada suatu hasil yang sangat baik dan bisa dinikmati.
TIPS: Jangan langsung mengerutu dan mengomel ketika kita menghadapi kegagalan, renungkan dan pelajari , pasti ada sesuatu kebaikan dalam kegagalan tersebut supaya kita bisa menang menghadapi ssesuatu yang lebih besar lagi.

Categories: Journey of life
Tagged:

Makna”Pertama” Jilid 3

November 28, 2005 · 1 Comment

Begitu banyak pengalaman dari makna “pertama” yang manis untuk dilupakan, tapi ada jarang yang mengungkapkan pengalaman dari makna “pertama” dari semua kegagalan. yah..namanya juga gagal untuk apa diingat ingat..kebanyakan orang bersikap seperti ini. Tidak salah memang, tetapi tidak salahnya dari pengalaman pertama gagal memacu kita untuk belajar lebih bijak dan berhikmat. yang penting sebenarnya bukan kegagalannya tetapi bagaimana respon kita dari kegagalannya itu. Tahukah bahwa dengan kegagalan, Tuhan justru sedang mempersiapkan kita untuk dapat menghadapi hal-hal yang lebih besar, memang pada saat menghadapi kegagalan kita tidak dapat melihat kebaikan yang kita peroleh persis seperti kalo kita melihat sulaman dari sisi bawah, bentuknya kacau balau, tidak beraturan tetapi disisi depan jelas ada suatu hasil yang sangat baik dan bisa dinikmati.
TIPS: Jangan langsung mengerutu dan mengomel ketika kita menghadapi kegagalan, renungkan dan pelajari , pasti ada sesuatu kebaikan dalam kegagalan tersebut supaya kita bisa menang menghadapi ssesuatu yang lebih besar lagi.

Categories: Uncategorized
Tagged: , ,

CRM ala Mie Ayam Jakub

November 26, 2005 · 2 Comments

Definisi Customer Relationship Management (CRM) dapat didefinisikan dari yang paling sulit dimengerti dengan istilah-istilah yang melangit sampai kepada definisi yang merakyat. saya belajar CRM dari seorang penjual mie ayam bangka di pangkalpinang pada saat liburan lebaran kemaren. Sebut saja namanya Jakub, pemilik gerobak mie ayam yang sudah melakoni pekerjaannya hampir 16 tahun, perawakanya kecil, sederhana, (mungkin) hanya tamatan SMP. Diseberang jalanan kira-kira 5 meter, ada juga pemilik gerobak mie ayam yang sama sebut saja namanya Jusuf, Jakub adalah adik dari Jusuf. Karir dalam dunia “per mie-ayaman” bisa dikatakan tingkat senior karena sudah diminati oleh orang-orang bahkan sampai generasi kedua, yang menarik untuk dicermati mengapa sang adik selalu lebih unggul dalam menjajakan mie ayamnya, buka pada jam 06.00 dan bisa dipastikan jam 11.00 sudah pasti habis dagangannya sedangkan kakaknya masih berjualan sampai siang. Apa yang membedakan sehingga mie ayam jakub selalu laris manis ? kalo dipandang dari perspektif rasa, quantity, cara penyajian, minuman, harga, gerobak, dan lokasi bisa disimpulkan kedua penjual mie ayam tersebut sama. Ternyata yang membedakan adalah sang adik lebih mengenal para pelanggannya satu persatu. Terbukti ketika saya dan istri berkunjung (setelah 5 tahun tidak berkunjung), si Jakub dengan ramah menyapa dan menanyakan tentang studi, keluarga, dan pekerjaan. Hal yang sama juga ditanyakan kepada para pelanggan lain yang datang, sehingga di tempat yang sempit itu ramai dengan canda dan percakapan yang menarik. Sang Moderator yang percakapan itu tidak lain adalah Jakub sendiri. Sambil membuat mie ayam, dia menjalin hubungan dengan setiap pelanggan baik pelanggan setia ataupun anak kecil yang menjadi pelanggan barunya. Sejenak coba kita bandingkan dengan sang kakak, di hari selanjutnya ketika kami datang jam 10.30, gerobak si Jakub sudah berbenah mau pulang dengan kata lain dagangannya laris sebelum jam 11. Ketika pelanggan datang untuk memesan mie ayam, dengan semangat si Jakub menjawab ‘maaf, kawan. mie ayam saya sudah habis silakan mampir ke sebelah’. Kami pun mampir kesebelah, jelas sekali perbedaannya dengan sang kakak, pendiam, cuek, tidak ada basa basinya, dan agak kaku dalam melayani pelangan. Kami pun memutuskan untuk menikmati mie ayam tersebut di rumah ketimbang di tempat sang Jusuf. Dari pengalaman ini, pelajaran yang bisa dipetik adalah ketika pelanggan terpenuhi kebutuhan dasar akan suatu produk seperti mie ayam yang enak, gurih, terjangkau, dan berkualitas makanya pelanggan akan mencari nilai tambah dari kualitas hubungan antara penjual dan pelanggan seperti perhatian, sapaan yang friendly, percakapan yang interaktif dan sebagainya. Intinya ada pengalaman dari hati ke hati antara pelanggan dengan penjual. Hari ini kita belajar dari penjual mie ayam bahwa untuk menciptakan suitaible income yang harus dibangun sedini mungkin adalah kualitas hubungan dengan pelanggan, seberapa kenal penjual dengan pelanggannya. Inilah CRM ala Mie Ayam Jakub. Mau mencoba silakan datang ke Bangka.

Categories: Uncategorized
Tagged:

Makna”Pertama” Jilid 2

November 26, 2005 · Leave a Comment

Pengalaman “pertama” di dalam kehidupan sekolah dan kuliah akan terus terbawa di dalam tingkatan yang lebih tinggi yaitu bekerja. Adalah cita-cita semua mahasiswa yang normal kalo pada saat lulus sarjana mendambakan pekerjaan yang terbaik. Thanks God, saya diberikan keringganan oleh Tuhan untuk merasakan bekerja sebelum lulus kuliah sekitar september 1997 di Bandung. Waktu itu sedang mengerjakan skripsi bab 3. Kalo direnungkan lebih lanjut..pekerjaan yang pertama kali didapatkan adalah mukjizat, bagaimana tidak di awal krisis moneter setiap perusahaan melakukan down sizing disemua bagian, dengan trend PHK dimana-mana. Perusahaan yang pertama kali menerima ku adalah perusahaan distributor kecil yang bergerak di bidang consumer good. entah mengapa manager akunting pusat (Jakarta) mengambil keputusan untuk menerima saya sebagai staff akunting, tetapi yang pasti itu bukan karena kuat dan gagah ku. la wong..pada waktu di test jawabannya ngawur kemana-mana. Pertanyaan yang ditanya pada saat interview adalah perhitungan untuk pencatatan inventory dan perlakukan cash kecil perusahaan. Jawabannya ngak 100% benar,tapi itulah kasih karunia. Sejak itu, status ku berubah menjadi double agent sebagai mahasiswa iya sebagai karyawan iya. Makna “pertama” yang paling berkesan bekerja pertama kali adalah pada saat menerima gaji pertama kali seumur-umur dengan jerih payah sendiri, nilainya memang kecil 350rb per bulan tetapi makna dari duit itu sangat lah besar, bahkan cukup lama menatap duit tersebut sebagai hasil pertama dari keringat sendiri. Itulah pengalaman pertama pada saat diterima sebagai staff akuntansi di Bandung. Thanks kepada supervisor dan manager yang sabar untuk mengajari bagaimana menjurnal transaksi, input di komputer, mencetak laporan dan mengisi SSP. Hal yang berkesan dari perusahaan pertamaku adalah orang-orang didalam manajemen terutama supervisor akuntansi yang mengerti keterbatasan seorang staff baru yang belum lulus kalo baru bekerja. Hubungan kami sampai sekarang masih terjalin dengan baik. Thanks Ms Holy Rosiana,SE God Bless You

Categories: Journey of life
Tagged:

Makna”Pertama” Jilid 2

November 26, 2005 · Leave a Comment

Pengalaman “pertama” di dalam kehidupan sekolah dan kuliah akan terus terbawa di dalam tingkatan yang lebih tinggi yaitu bekerja. Adalah cita-cita semua mahasiswa yang normal kalo pada saat lulus sarjana mendambakan pekerjaan yang terbaik. Thanks God, saya diberikan keringganan oleh Tuhan untuk merasakan bekerja sebelum lulus kuliah sekitar september 1997 di Bandung. Waktu itu sedang mengerjakan skripsi bab 3. Kalo direnungkan lebih lanjut..pekerjaan yang pertama kali didapatkan adalah mukjizat, bagaimana tidak di awal krisis moneter setiap perusahaan melakukan down sizing disemua bagian, dengan trend PHK dimana-mana. Perusahaan yang pertama kali menerima ku adalah perusahaan distributor kecil yang bergerak di bidang consumer good. entah mengapa manager akunting pusat (Jakarta) mengambil keputusan untuk menerima saya sebagai staff akunting, tetapi yang pasti itu bukan karena kuat dan gagah ku. la wong..pada waktu di test jawabannya ngawur kemana-mana. Pertanyaan yang ditanya pada saat interview adalah perhitungan untuk pencatatan inventory dan perlakukan cash kecil perusahaan. Jawabannya ngak 100% benar,tapi itulah kasih karunia. Sejak itu, status ku berubah menjadi double agent sebagai mahasiswa iya sebagai karyawan iya. Makna “pertama” yang paling berkesan bekerja pertama kali adalah pada saat menerima gaji pertama kali seumur-umur dengan jerih payah sendiri, nilainya memang kecil 350rb per bulan tetapi makna dari duit itu sangat lah besar, bahkan cukup lama menatap duit tersebut sebagai hasil pertama dari keringat sendiri. Itulah pengalaman pertama pada saat diterima sebagai staff akuntansi di Bandung. Thanks kepada supervisor dan manager yang sabar untuk mengajari bagaimana menjurnal transaksi, input di komputer, mencetak laporan dan mengisi SSP. Hal yang berkesan dari perusahaan pertamaku adalah orang-orang didalam manajemen terutama supervisor akuntansi yang mengerti keterbatasan seorang staff baru yang belum lulus kalo baru bekerja. Hubungan kami sampai sekarang masih terjalin dengan baik. Thanks Ms Holy Rosiana,SE God Bless You

Categories: Uncategorized
Tagged:

Makna ‘Pertama’ Jilid 1

November 20, 2005 · Leave a Comment

Kata para ahli psikologi, jika ada sesuatu hal yang baru pertama kali dihadapi seseorang maka orang tersebut akan sulit melupakan sesuatu hal tersebut. Saya yakin setiap orang pasti pernah mengalami hal yang pertama. Yang paling mudah adalah hal pertama yang terjadi dalam diri kita sendiri, saya masih ingat ketika papa untuk pertama kalinya mengantarkan ke Taman Kanak-Kanak (TK) Trisula di Pangkalpinang. Pada waktu iti sesaat turun dari vespa papa, air mata secara otomatis juga turun dari pelupuk mata, tetapi setelah hari pertama itu hari-hari selanjutnya menjadi biasa. Masih segar dalam ingatan saya ketika pertama kali masuk SD dengan seragam putih merah berdasi, SMP, SMA, dan perguruan tinggi. Masing -masing moment-moment pertama itu membawa kenangan yang manis, lucu, konyol, kocak, memilukan dan ada kala memalukan. saya masih ingat pertama kali nyontek dan ketahuan oleh ibu guru (alm) Kirno di kelas 2 SMP Budi Mulia, mata pelajaraannya Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (PKK), soal yang dicontek adalah rumus gigi belakang untuk orang dewasa. Pada saat ketahuan dan kertas ujiannya disita secara paksa, seakan-akan dunia ini berhenti berputar ada perasaan malu yang sangat besar terutama kepada temen-temen. yah itulah pengalaman pertama nyontek.. dari sejak itu ada tekad yang membara dalam hati untuk tidak nyontek lagi dan ternyata berhasil. Prestasi di kelas sampai dengan lulus SMA tidak mengecewakan minimal masuk dalam 10 besar. Dengan berlalunya waktu, pengalaman pertama semasa sekolah dulu menjadi pengalaman yang mengelikan yang dipikirkan lagi. Makanya setiap ada kesempatan reuni dengan temen-temen semasa ‘culun2′ nya di bangku SD,SMP,SMA topik pengalaman pertama tidak pernah terlewatkan. Ternyata memang benar bahwa makna dari kata ‘pertama’ bisa membantu kita mengingatkan pengalaman yang pernah terjadi dan mengisi kehidupan kita. Apakah makna ‘pertama’ masih berlaku pada saat berkerja? Jawabannya Ya.

Categories: Journey of life
Tagged:

Makna ‘Pertama’ Jilid 1

November 20, 2005 · Leave a Comment

Kata para ahli psikologi, jika ada sesuatu hal yang baru pertama kali dihadapi seseorang maka orang tersebut akan sulit melupakan sesuatu hal tersebut. Saya yakin setiap orang pasti pernah mengalami hal yang pertama. Yang paling mudah adalah hal pertama yang terjadi dalam diri kita sendiri, saya masih ingat ketika papa untuk pertama kalinya mengantarkan ke Taman Kanak-Kanak (TK) Trisula di Pangkalpinang. Pada waktu iti sesaat turun dari vespa papa, air mata secara otomatis juga turun dari pelupuk mata, tetapi setelah hari pertama itu hari-hari selanjutnya menjadi biasa. Masih segar dalam ingatan saya ketika pertama kali masuk SD dengan seragam putih merah berdasi, SMP, SMA, dan perguruan tinggi. Masing -masing moment-moment pertama itu membawa kenangan yang manis, lucu, konyol, kocak, memilukan dan ada kala memalukan. saya masih ingat pertama kali nyontek dan ketahuan oleh ibu guru (alm) Kirno di kelas 2 SMP Budi Mulia, mata pelajaraannya Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (PKK), soal yang dicontek adalah rumus gigi belakang untuk orang dewasa. Pada saat ketahuan dan kertas ujiannya disita secara paksa, seakan-akan dunia ini berhenti berputar ada perasaan malu yang sangat besar terutama kepada temen-temen. yah itulah pengalaman pertama nyontek.. dari sejak itu ada tekad yang membara dalam hati untuk tidak nyontek lagi dan ternyata berhasil. Prestasi di kelas sampai dengan lulus SMA tidak mengecewakan minimal masuk dalam 10 besar. Dengan berlalunya waktu, pengalaman pertama semasa sekolah dulu menjadi pengalaman yang mengelikan yang dipikirkan lagi. Makanya setiap ada kesempatan reuni dengan temen-temen semasa ‘culun2′ nya di bangku SD,SMP,SMA topik pengalaman pertama tidak pernah terlewatkan. Ternyata memang benar bahwa makna dari kata ‘pertama’ bisa membantu kita mengingatkan pengalaman yang pernah terjadi dan mengisi kehidupan kita. Apakah makna ‘pertama’ masih berlaku pada saat berkerja? Jawabannya Ya.

Categories: Uncategorized
Tagged: