Cerita kesetiaan terhadap profesi menjadi sumber inspirasi ku untuk belajar lebih bijak dalam menjalani hidup ini.
Namanya Pak Rois, seorang Hansip Tua yang tidak jelas asal usulnya dari mana, siapa keluarganya, tinggal dimana, dan apa perkerjaan aslinya. Saya hanya tau beliau setia berada di jalan puri kembangan dekat Metro TV. Perawakannya kecil, omong, dengan “pistol2an” disisip dipinggang kanannnya. TIdak adan yang dilakukan sebenarnya karena daerah itu sudah banyak satpam yang mengatur lalu lintas tapi aneh bapak ini sudah tahunan berada ditengah jalan mengatur jalanan entah itu angkot, motor, motor, ataupun orang berjalan kaki. Suatu ketika disaat hujan lebat, saya membuat taruhan pada diri sendiri pas bapak tua itu tidak ada di jalan karena hujan tapi sungguh mengharukan bapak tua itu tetap berada di jalan mengenakan payung sebagai pelindung dirinya. Dengan rasa penasaran yang besar, saya berharap suatu hari akan mampir dan ngobrol dengan beliau. Setelah beberapa kali gagal karena jalanan lancar, minggu kemaren pas jalanan macet sekali dan akhirnya saya bisa ngobrol dengan beliau. Namanya Pak Rois yang baru tau saat itu yaitu dari nama yang tertera di baju hansip yang lusuh. Pak Rois hanya tertawa ketika saya sapa dan diambil fotonya, tidak ada motivasi untuk mendapatkan recehan dari para pengendara, hanya setia saja pada profesinya sebagai “hansip” entah terdaftar dimana. Banyak para pengendara yang menaruh simpati pada Pak Rois dari hanya sekedar memberikan hormat ala tentara sampai kepada memberikan berkat berupa uang . Ternyata Pak Rias bisa menghidupi dirinya dan mungkin keluarganya dengan setia pada profesinya sebagai hansip.
Entries from January 2006
Kesetiaan Ala Pak Rois
January 31, 2006 · 3 Comments
Categories: Uncategorized
Tagged: Kesaksian
Kesetian Ala Martunis
January 31, 2006 · Leave a Comment
Kata Kesetian saat ini dirasakan semakin mahal, karena kesetian harus dibayar dengan harga yang mahal. Kesetian terhadap Tuhan, profesi, keluarga ,rakyat ataupun pada diri sendiri. Hanya waktu yang dapat membuktikan nilai kesetian seseorang. Sejarah membuktikan bahwa bahwa para penemu brilian yang hidup di masanya yang menemukan penemuan muktahir karena kesetiannya sebut saja satu yang saya kagumi Thomas Alfa Edison, kalo saja dia tidak setia dapat percobaan yang kesekian ribu kali, niscaya saat ini kita diduga keras masih menggunakan lampu tempel atau petromax.Terima kasih Mr Thomas, Salute for you.
PATUT DIDUKUNG:Denda 5 juta di palembang
January 17, 2006 · Leave a Comment
Ingatlah baik-baikrambu-rambu tergres ini: jangan sekali-kali memberikan sesuatu kepada
pengemis yang biasa bergerombol di lampu merah. Bila Anda langgar, bisa-bisa Anda malah didenda Rp 5 juta atau kurungan 3 bulan!Soal hukuman itu tertuang dalam Peraturan Daerah Palembang Nomor 44 Tahun 2002 tentang Ketertiban Umum. “Ini dilakukan guna menertibkan persimpangan lampu merah dari anak jalanan, pengamen, dan pedagang asongan,” kata Kepala Dinas Sosial Palembang Dasril Sairin kepada pers di ruang kerjanya, Jalan Merdeka Palembang, Selasa (29/11/2005). (more…)
Categories: Journey of life
Tagged: Journey of life
Kreativitas anak jalanan
January 12, 2006 · 2 Comments
kreatifitas dan inovasi dianggap banyak orang sebagai faktor yang menjadi seseorang selalu dianggap bernilai, karena dengan adanya kreativitas dan inovasi, seseorang akan dapat exist sekalipun dalam terpaan krisis ekonomi. kalo ada temen2 yang pernah melintas di bawah jembatan grogol, banyak sekali anak-anak yang kreatif dalam hal mengetuk hati iba dan belas kasihan dari pengendara motor dan mobil, caranya yaitu dengan menulis di sebidang kardus/papan/tripek kecil dengan arang yang bertuliskan : Tolong Pak/Ibu,Berikan saya duit untuk beli makan”. mungkin cara ini ditemukan lantaran usaha untuk berteriak dan mengiba dengan “krecek” tidak efektif disamping capek teriak2 ditambah lagi dengan susahnya mencari perhatian dari para pengendara, apalagi disaat hujan lebat seperti ini. usaha mereka tergolong sukses, banyak yang memberikan kepada anak2 terutama balita yang mengiba, tidak lucu memang kalo taktik ini dilakukan oleh orang dewasa jelas akan ditertawakan .Inilah sekelumit tentang jakarta, tragis dan memilukan melihat banyak anak-anak harapan bangsa yang menghabiskan waktunya di jalanan bukankah seharusnya mereka berada di dalam rumah dan sekolah. Entah siapa yang salah yang jelas anak-anak tersebut tidak meminta dilahirkan untuk menjadi pengemis.
Bukan menjadi rahasia lagi bahwa mereka dikoordinir oleh mafia yang rapi dan profesional. Setiap anggota mafia mempunyai tugasnya masing-masing misalkan untuk melakukan mapping di perempatan jakarta atau mengatur atar jemput dan sebagainya. Para mafia tersebut menjadi anak-anak sebagai bisnis caranya tidak lain dengan mengeklploitasi anak-anak, bisa jadi mafianya adalah orang tua mereka sendiri. Sebuah kesaksian dari kolega saya yang bergerak dalam pendidikan anak-anak jalanan,dia bercerita seorang anak bisa mendapatkan 150-200 ribu rupiah net perhari, berarti kalo rutin tiap bulan si anak bisa mendapatkan sekitar 4,5-6 juta atau sama dengan gaji seorang manajer di jakarta. Uang yang dihasilkan oleh anak-anak tersebut digunakan oleh orang tua mereka untuk cicilan motor, alat dapur, dan kebutuhan pokok lainnya. yang menyedihkan lagi para orang tua mereka berstatus menganggur. Dilematis memang di satu sisi kemiskinan yang menjadi kambing hitam tapi disisi yang lain justru kemiskinan dijadikan sebagai ladang untuk mencari nafkah. kita doakan semoga bangsa ini akan makmur dan sejahtera sehingga anak-anak bisa berada dimana seharusnya mereka berada. Amin
Categories: Uncategorized
Tagged: Kesaksian
Sekelumit Kisah Keluargaku
January 7, 2006 · Leave a Comment
Sesaat jika direnungkan, perjalanan hidup di bumi ini begitu cepat sekali dan terencana seperti sebuah script yang didevelop oleh Sang Programmer. Tak terasa banyak cluster yang sudah dilalui persis seperti proses defragmenting. coba lihat foto kita masih bayi, balita, abg, remaja, dan dewasa ..wohh tiba-tiba 30 tahun lebih sudah berlalu, sekarang saya sudah berubah statusnya dari alfa ke beta version, dari bujangan menjadi orang tua. Mungkin pada saat direalease full version , saya sudah berubah status menjadi seorang opa-opa.
.
Masih segar dalam ingatan ketika saya bertemu dengan pujaan hati yang sedang menjadi ibunya anak2, sebelum diformat menjadi satu partisi, kita adalah partisi dengan periperal yang berbeda. Dengan kasih dan karunia dari Tuhan, akhirnya kami diformat ulang lagi dari 2 partisi yang berbeda menjadi satu partisi melalui compiling dalam perkawinan. Hasil dari compile tersebut lahirnya si cakep ‘keevan Brayden Louis’ di download pada tanggal 6 maret 2005. Tidak terdeskripsikan pada saat pertama kali melihat source of our joyfull muncul di bumi. Luarrrr Biasaa karya Tuhan itu, woohhhhhhh keren abizzzzzzz .Thanks Lord for everything that YOU have done to me.
Categories: Uncategorized
Tagged: Family, Kesaksian, Religion
MY JOYFULL
January 1, 2006 · 1 Comment

Tidak ada yang lebih berharga dari perjalanan hidup ini, ketika Tuhan mengizinkan kita untuk memiliki sebuah rumah tangga. Sesuai dengan namanya “rumah tangga” .. setiap bertambahnya waktu ada tangga yang harus dilalui dan tangga yang telah dilalui membuat kita lebih matang, bijak, dan dewasa dalam setiap tindakan yang kita ambil. eehmm… kehidupan rumah tangga sama halnya dengan refleksi hubungan antara Tuhan dengan para umatnya atau lebih kongkret lagi antara seorang Bapa dengan anaknya. Mana ada orang tua di seantero jagat raya ini yang tidak sayang dengan anak dan pasangan hidupnya (kecuali orang tua eeeedddannn..dan..dan..). saya bersyukur atas segala anugerah untuk dapat menikmati hidup dan kasih Tuhan melalui keluarga. Tidak terlalu berlebihan kiranya jika saya mengeluarkan pendapat bahwa My family is sources of my joy. Berada di tengah-tengah keluarga berarti berada ditengah sukacita dan kegembiraan. Percaya deh…
