Entries from February 2007
Sejak Keppres No.6 Tahun 2006 dicabut di era pemerintahan Gus Dur. Kebudayaan Tiong Hua yang sebelumnya dibungkamkan pelan-lahan mulai muncul lagi. Lihat saya barongsai mulai dipertontonkan, bahasa mandarin menjadi bahasa yang diminati, ucapan selamat imlek marak terlihat di media cetak dan televisi, termasuk perayaan keagamaan dan imlek
Di tahun2 sebelumnya perayaan imlek hampir tidak terasa bahkan bukan merupakan hari libur. Semenjak imlek diliburkan, perayaan imlek menjadi lebih meriah dan menjadi hari yang ditunggu-tunggu. Sebenarnya imlek dirayakan karena pergantian musim di jaman Tiong Kok, tetapi ada versi lain yang menyebutkan imlek memperingati kelahiran seorang dewa. (more…)
Categories: Uncategorized
Tagged: Hot Issues

Tidak terbersit sedikitpun untuk ikutan berkampanye dalam pilkada gubernur 2007 di Bangka Belitung, tapi lantaran semua temen2 berkampanye ria akhirnya saya terprovokasi juga untuk ikutan sekalian untuk mengetahui bagaimana rasanya dalam kerumunan massa untuk berkampanye. (more…)
Categories: Uncategorized
Tagged: Hot Issues
Seorang bapak tua penjual buah dari desa Tuatunu (sebuah desa kecil di pangkalpinang) menjajakan dagangannya dengan sepeda tua di kampung di mana saya tinggal. Perawakan dan penampilannya mewakili rakyat dengan tingkat kehidupan pra sejahtera atau kaum termarjinalkan.
Saya cukup terperangah ketika bapak tua ini mulai bercerita tentang cagub Bapak Basuki Ahok dengan antusias. Dan lebih terpengarah lagi ternyata dia membawa poster tentang Pak Basuki dan Pak Eko Cahyono untuk dibagikan dengan orang2 yang ditemuinya. Semua dilakukan tanpa disuruh, tanpa dibayar, tanpa diminta, dan tanpa ada niat tersembuyi dengan polos dia bercerita bahwa kampung Tuatunu menaruh harapan yang besar terhadap Cagub Pak Basuki ahok untuk mensejahterahkan rakyat kecil.
Desa Tuatunu adalah desa yang identik dengan desa religius karena sebagian besar penduduknya adalah muslim. Mereka ternyata lebih melihat integritas dari Pak Basuki ketimbang mempermasalahkan kesamaan suku, agama, dan latar belakang.
Kita semua mengharapkan bahwa gubernur ke dua nanti yang terpilih benar2 dapat mewujudkan harapan semua rakyat Babel.
Selamat berkampanye Pak penjual buah..
Categories: Uncategorized
Tagged: Critics
Atmosfer pesta rakyat sudah terasa di kota tercinta Pangkalpinang. Brosur, Pamflet, kaos, kalender, dan segala pernak pernik bertebaran sepanjang jalan protokol bahkan sampai ke pelosok desa. Beruntung saya, berkesempatan untuk datang lagi ke Pangkalpinang, pertama dalam rangka pekerjaan kedua dalam rangka ngungsi karena banjir di Jakarta.
Ini kali pertama juga, saya begitu anthusias untuk mengikuti pilkada. Alasannya, pertama pilkada ini adalah pilkada langsung, kedua adalah ini pilkada yang pertama meskipun memilih gubernur yang kedua. Di saat orde baru pilkada hampir dipastikan tidak menarik sama sekali karena orang yang terpilih sebagai gubernur atau presiden “ sudah“ dapat dipastikan orangnya. ( La iya lah…orde baru). (more…)
Categories: Uncategorized
Tagged: Critics
February 2, 2007 · 1 Comment
Jakarta diguyur hujan selama 12 jam tanpa berhenti, akibatnya sudah bisa ditebak banjir mengepung Jakarta. Semua wilayah tergenang secara merata. Di daerah kediaman kami metro permata, sepanjang jalan karang tengah tergenang air yang cukup tinggi 30 cm. Pagi hari, saya sudah keluar dari rumah menuju kantor walaupun macet tetapi bisa tiba di kantor. Sepulang dari kantor, kedalamanan air semakin tinggi dan macet dimana2. Saya terjebak dalam kemacetan di menjelang masuk karang tengah. Saya hanya bisa berdoa supaya Tuhan memberikan hikmat supaya datang tiba di rumah. Saat itu jam sudah menunjukan jam 19.30, akhirnya saya balik arah dan menitipkan mobil ke seorang teman di daerah Puri Indah dan meminjamkan motor untuk pulang.
Entah kenapa, Tuhan mengerakan untuk menilpon saudara sepupu yang kebetulan tinggal sekitar meruya. Ternyata saudara saya sedang berada di Rumah Sakit karena di vonis mengindap kangker. Tanpa pikir panjang lagi, saya langsung ke RS Graha Medika. Saya tahu Tuhan punya rencana khusus dengan saudara saya yang notabene jarang berkomunikasi dengan saya karena kesibukan masing2. Dengan berhujan2 ria akhirnya tiba di Rumah sakit, ketika bertemu saudara saya, dia langsung minta didoakan. Saya mendoakan dengan iman bahwa Tuhan pasti akan menyembuhkan penyakitnya. Kami sharing sekitar 30 menit dan menguatkan imannya. Ternyata Tuhan mengirim saya untuk menguatkan imannya dan mendoakan dia bahwa Tuhan peduli dengan keadaannya. Setelah selesai kunjungan, tantangan lainnya muncul ? bagaimana caranya bisa pulang ke rumah dalam keadaan hujan yang cukup deras.
Saya berdoa Tuhan tolong saya..untuk tibakan di rumah untuk bertemu dengan istri dan anakku. Tolong Tuhan Engkau sanggup buka jalan walaupun banjir dimana2. Menjelang Metro permata, kemacetan sudah tidak dapat dibendung lagi 3-4 jam stuck tidak bergerak ..beruntung saya menggunakan motor sehingga bisa menyalib kiri kanan. Tiba di karang tengah ..air sudah semakin tinggi. Saya diperhadapkan 2 pilihan trus lalui air atau cari tempat penitipan motor dan pulang jalan kaki. Akhirnya saya putuskan untuk jalan trus..menerobos air. Ajaib, semua motor yang melewati jalan itu mogok dan berhenti ditengah air. Saya bisa jalan terus tanpa mogok sedikitpun dan tiba dirumah dengan selamat. Padahal secara logika motor pasti mati mesin karena sudah terendam setengah. TErima kasih Tuhan YEsus..Terima Kasih Tuhan Engkau dahsyat.
Categories: Uncategorized
Tagged: Kesaksian