
Sebagai kelanjutan kunjungan dari kepala sekolah SD Pangkalpinang di Malaysia bulan mei 2007 kemaren. Dinas Pendidikan Kota Pangkalpinang mulai menjajaki kerjasama dengan SK Taman Megah dalam bentuk sister school. Untuk itu diadakan seminar sosialisasi sister school di lingkungan pemerintah kota, dinas pendidikan, dan kepala sekolah SD di Pangkalpinang. Sebagai pembicara Walikota Pangkalpinang, Dinas Pendidikan dan saya sebagai pembicara untuk konsep pengembangan sister school.
Sister School (sekolah kembar) sebenarnya merupakan program turunan dari program sister city (kota kembar). Yang menarik, walaupun Pangkalpinang belum memiliki program sister city, tetapi secara konsep kota sudah mengarah ke terbentuknya sister city. Terobosan sister school yang dipelopori oleh Diknas diharapkan dapat menjadi pemicu pemerintah kota (pemkot) untuk mempelajari program sister city dengan kota-kota di negara lain. Pengembangan sister shool ditekankan pada manfaat yang akan diperoleh oleh sekolah, guru, murid, dan masyarakat dengan adanya model dari sekolah lain yang dianggap berhasil.
Rencananya penandatangan MOU kesepakatan antara SK Taman Megah Petaling, Malaysia dengan sekolah dasar negeri unggulan di Pangkalpinang. Kita nantikan saja.
Categories: Uncategorized
Tagged: Bangka

Hobi mancing saya sudah lama sekali tidak tersalurkan karena kesibukan dan minimnya waktu. Hobi ini terus terbayang ketika melihat laut, sungai, dan sekumpulan ikan2 , kerinduan ini memuncak ketika seorang temen menawarkan fishing trip di daerah pulau panjang, cilegon tanpa berpikir panjang tawaran itupun langsung diaminkan. Bersama 2 orang temen dan 2 nelayan, berangkatlah kami ke pantai sekitar Pulau Panjang.
Memancing bersama dengan pemancing profesional ada berkah tersendiri, peralatan mancing lengkap, makanan dan minuman tersedia, perahu dan nahkodanya stand by, jadi relatif hanya bermodalkan diri
. Rencana awal kami, sesampai di dermaga cilegon langsung ke laut mencari cumi dan ikan hidup. Terus mancing, istirahat di pulau, dan mancing lagi di pagi hari. Rencana tinggal rencana, ternyata alam lagi ngambek dan tidak bersahabat, angin selatan turun yang membuat para nelayan enggan melaut. Tinggallah kami yang hanya bisa termenung sambil berharap angin segera reda, ternyata angin baru reda sekitar jam 6 pagi. Yah sudah.. langsung tancap gas ke tengah laut. Perjuangan yang cukup melelahkan ditambah lagi diguyur hujan, dan serangan gerombolan nyamuk. Namanya aza adiktif, tetap aza ngak bakalan kapok.
Hasilnya ? lumanyan cukup menghibur karena tertundanya macing di malam hari. Total 11 ekor ikan tawang yang berhasil ditangkap, rata2 1-2 kg per ekor. Kapan lagi yah bisa mancing?
Categories: Uncategorized
Tagged: Hobi, Hot Issues